Selasa, 08 Oktober 2013

MAKALAH



Akuntansi dan Laporan Keuangan

     1) Pengertian Akuntansi
Akuntansi merupakan proses pencatatan, pengklasifikasian, penafsiran, dan pelaporan data/informasi keuangan serta penginterprestasian data/informasi keuangan yang telah disusun secara sistematis.

     2) Jenis-Jenis Akuntansi
  • Akuntan Privat yaitu Akuntan yang berkerja pada suatu perusahaan atau lembaga tertentu secara penuh
  • Akuntan Publik yaitu Akuntan yang tidak berkerja pada lembaga tertentu tetapi berdiri sendiri melalui sebuah kantor akuntan publik dan memberikan jasa kepada masyarakat dengan imbalan tertentu.
  • Akuntan Pemerintah yaitu akuntan yang berkerja pada lembaga pemerintah.
  • Akuntan Pendidik yaitu akuntans yang mengabdikan ilmunya di bidang pendidikan Akuntansi baik secara formal maupun informal.

      3) Kegunaan Akuntansi
  • Bagi pihak manajemen dalam perusahaan
    Sistem Akuntansi harus dapat memberikan informasi keuangan yang akan membantu dalam memperkirakan hasil-hasil operasi perusahaan dan membantu dalam pembuatan keputusan bisnis.
  • Bagi para Investor dan Kreditur
    Investor dan Kreditur membutuhkan laporan keuangan secara periodik dari perusahaan yang diberi modal. Laporan ini penting untuk mengetahui seberapa jauh perkembangan perusahaan beserta kondisi keuangannya agar dapat menghindari kesalahan dalam penanaman modal serta pemberian fasilitas kredit.
  • Bagi pihak Pemerintah
    Setiap perusahaan harus membuat laporan tentang Laba bersih yang diperolehnya kepada pemerintah untuk kepentingan penghitungan dan pembayaran pajak.Berkaitan dengan akuntansi untuk suatu unit ekonomi secara keseluruhan .


       4) Bidang-bidang Akuntansi
a.     Akuntansi Keuangan
Berkaitan dengan akuntansi untuk suatu unit ekonomi secara keseluruhan. Dan berhubungan dengan pelaporan untuk pihak-pihak diluar perusahaan.
b.     Akuntansi Pemeriksaan
Berhubungan dengan pemeriksaan terhadap laporan yang dihasilkan oleh Akuntansi keuangan. Tujuan utamanya agar informasi akuntansi yang disajikan dapat lebih dipercaya dan memastikan ketaatan terhadap kebijakan, peraturan/prosedur.
c.      Akuntansi Manajemen
Kegunaannya untuk mengendalikan kegiatan perusahaan, memonitor arus kas, dan menilai alternatif dalam pengambilan keputusan.
d.     Akuntansi Biaya
Menganalisis biaya-biaya usaha untuk membantu manajer dalam mengontrol biaya-biaya atau pengeluaran.
e.     Akuntansi Perpajakan
Tujuannya untuk mematuhi peraturan perpajakan dan meminimumkan jumlah pajak yang harus dibayar. Tugasnya dalam perencanaan pajak adalah memberi nasehat tentang bagaimana meminimalisir pengaruh pajak apabila secara hukum dimungkinkan.
f.       Akuntansi Pemerintahan
Mengkhususkan diri dalam pencatatan dan pelaporan transaksi-transaksi yang terjadi di badan pemerintah. Tugasnya menyediakan laporan akuntansi tentang aspek kepengurusan dari administrasi keuangan negara.
g.     Sistem Informasi Akuntansi
Menyediakan informasi keuangan maupun non keuangan yang diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan organisasi secra efektif. Tugas seorang akuntan dalam bidang ini dapat meliputi perancangan, pelaksanaan, dan evaluasi suatu sistem dalam perusahaan.

h.     Akuntansi Penganggaran (Budgeting)
Berhubungan dengan penyusunan rencana keuangan mengenai kegiatan perusahaan untuk jangka waktu tertentu di masa datang serta analisa dan pengontrolannya.

      5) Pengertian Laporan Keuangan
Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari proses pencatatan keuangan yang merupakan pencerminan dari prestasi manajemen  perusahaan pada suatu periode tertentu.

      6)  Bentuk-bentuk laporan keuangan
  • Balance Sheets (Neraca)
    Merupakan ikhtisar kondisi keuangan perusahaan pada suatu tanggal tertentu, yang menunjukan jumlah kekayaan/asset perusahaan, jumlah hutang dan jumlah modal dari perusahaan.


  •  Income Statement (Laporan laba-rugi)
    Merupakan Laporan Keuangan yang menunjukan hasil operasi pada periode tertentu dan mencerminkan status laba atau rugi, serta merupakan ringkasan penghasilan dan biaya-biaya perusahaan dalam periode tertentu.

  • Laporan Arus kas
    Laporan keuangan yang menggabungkan informasi dari Neraca dan Laporan laba-rugi, untuk menggambarkan sumber dan penggunaan kas selama periode tertentu
  •  Laporan perubahan posisi keuangan
    Merupakan laporan tentang sumber dan penggunaan dana perusahaan, yang menunjukkan hasil perbandingan antara neraca pada periode yang sedang berjalan dengan periode yang lampau.

      7)  Analisis yang dapat dilakukan terhadap Laporan Keuangan :
  •  Perbandingan kondisi finansial perusahaan dengan prestasi masa lalu
  • Perbandingan dengan tujuan yang direncanakan
  •  Perbandingan dengan keberhasilan pesaing
  • Penggunaan presentase untuk mengetahui apakah terjadi peningkatan atau penurunan kondisi keuangan perusahaan
      8) Pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan perusahaan :
  • Pihak Eksternal
    Pihak eksternal seperti para investor atau pemegang saham, pemerintah, lembaga keuangan sangat memerlukan informasi yang terdapat dalam laporan keuangan perusahaan.|
  • Pihak Internal
    Para manajer maupun karyawan dalam perusahaan memerlukan laporan keuangan terutama pada saat akan membuat keputusan ataupun mengevaluasi kinerja mereka sendiri. Berdasarkan laporan keuangan, bisa diketahui apakah perusahaan mengalami kemajuan atau kemunduran dalam bisnis yang dijalankan.


NARASUMBER
Nilasari,Irma dan Wiludjeng,Sri (2006). Pegantar Bisnis. Yogyakarta : Graha Ilmu

Kamis, 06 Juni 2013

Bab 14 : Sistem Perbankan Elektronik


A. Perkembangan teknologi perbankan elektronik
    Inovasi perbankan berbasis teknologi informasi di industri perbankan dewasa ini memberikan dampak efisiensi dan efektivitas yang luar biasa. Sebagai contoh, adanya produk-produk electronic banking seperti ATM, Kartu Kredit, Kartu Debet, Internet Banking, SMS/mobile banking, phone banking, dll, telah mendorong layanan perbankan menjadi relatif tidak terbatas, baik dari sisi waktu maupun dari sisi jangkauan geografis. Hal ini pada gilirannya telah meningkatkan volume dan nilai nominal transaksi keuangan di perbankan secara sangat signifikan. Berdasarkan data di Bank Indonesia, transaksi elektronik yang dilakukan dengan menggunakan kartu (kartu kredit, kartu debet, ATM, kartu ATM + debet) di Indonesia selama jangka waktu Januari s/d Agustus 2008, jumlah transaksi yang terjadi adalah sebanyak 980,4 juta transaksi dengan nilai nominal transaksi Rp1.463 triliun, dan jumlah kartu yang beredar sebanyak 51,35 juta kartu yang diterbitkan oleh 118 penyelenggara (53 penerbit kartu ATM, 20 penerbit kartu kredit, 38 penerbit kartu ATM+Debet, dan 7 penerbit kartu prabayar).
Pemanfaatan teknologi informasi bagi industri perbankan dalam inovasi produk jasa bank juga dibayang-bayangi oleh potensi risiko kegagalan sistem dan/atau risiko kejahatan elektronik (cybercrime) yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Kegagalan sistem dapat disebabkan karena adanya kerusakan sistem (seperti misalnya server down), dan dalam skala luas bisa disebabkan karena adanya bencana alam. Sementara itu, cybercrime yang terjadi pada industri perbankan di Indonesia cenderung meningkat di Indonesia seperti terjadinya identity theft, carding, hacking, cracking, phising, viruses, cybersquating, ATM fraud, dll. Hubungan hukum yang dilakukan secara elektronik dengan memadukan jaringan sistem elektronik berbasiskan komputer dengan sistem komunikasi, yang selanjutnya difasilitasi oleh keberadaan jaringan komputer global atau internet (vide Pasal 1 angka 2 UU ITE).

  B. Jenis-Jenis E-Banking :
1.  Automated Teller Machine (ATM). Terminal elektronik yang disediakan lembaga keuangan atau perusahaan lainnya yang membolehkan nasabah untuk melakukan penarikan tunai dari rekening simpanannya di bank, melakukan setoran, cek saldo, atau pemindahan dana.
2.     Computer Banking. Layanan bank yang bisa diakses oleh nasabah melalui koneksi internet ke pusat data bank, untuk melakukan beberapa layanan perbankan, menerima dan membayar tagihan, dan lain-lain.
3.   Debit (or check) Card. Kartu yang digunakan pada ATM atau terminal point-of-sale (POS) yang memungkinkan pelanggan memperoleh dana yang langsung didebet (diambil) dari rekening banknya.
4.   Direct Deposit. Salah satu bentuk pembayaran yang dilakukan oleh organisasi (misalnya pemberi kerja atau instansi pemerintah) yang membayar sejumlah dana (misalnya gaji atau pensiun) melalui transfer elektronik. Dana ditransfer langsung ke setiap rekening nasabah.
5.   Direct Payment (also electronic bill payment). Salah satu bentuk pembayaran yang mengizinkan nasabah untuk membayar tagihan melalui transfer dana elektronik. Dana tersebut secara elektronik ditransfer dari rekening nasabah ke rekening kreditor. Direct payment berbeda dari preauthorized debit dalam hal ini, nasabah harus menginisiasi setiap transaksi direct payment.
6.    Direct Payment (also electronic bill payment). Bentuk pembayaran tagihan yang disampaikan atau diinformasikan ke nasabah atau pelanggan secara online, misalnya melalui email atau catatan dalam rekening bank. Setelah penyampaian tagihan tersebut, pelanggan boleh membayar tagihan tersebut secara online juga. Pembayaran tersebut secara elektronik akan mengurangi saldo simpanan pelanggan tersebut.
7.   Electronic Check Conversion. Proses konversi informasi yang tertuang dalam cek (nomor rekening, jumlah transaksi, dll) ke dalam format elektronik agar bisa dilakukan pemindahan dana elektronik atau proses lebih lanjut.
8.  Electronic Fund Transfer (EFT). Perpindahan “uang” atau “pinjaman” dari satu rekening ke rekening lainnya melalui media elektronik.
9.  Payroll Card. Salah satu tipe “stored-value card” yang diterbitkan oelh pemberi kerja sebagai pengganti cek yang memungkinkan pegawainya mengakses pembayaraannya pada terminal ATM atau Point of Sales. Pemberi kerja menambahkan nilai pembayaran pegawai ke kartu tersebut secara elektronik.
10.  Preauthorized Debit (or automatic bill payment). Bentuk pembayaran yang mengizinkan nasabah untuk mengotorisasi pembayaran rutin otomatis yang diambil dari rekening banknya pada tanggal-tangal tertentu dan biasanya dengan jumlah pembayaran tertentu (misalnya pembayaran listrik, tagihan telpon, dll). Dana secara elektronik ditransfer dari rekening pelanggan ke rekening kreditor (misalnya PLN atau PT Telkom).
11.  Prepaid Card. Salah satu tipe Stored-Value Card yang menyimpan nilai moneter di dalamnya dan sebelumnya pelanggan sudah membayar nilai tadi ke penerbit kartu.
12.  Smart Card. Salah satu tipe stored-value card yang di dalamnya tertanam satu atau lebih chips atau microprocessors sehingga bisa menyimpan data, melakukan perhitungan, atau melakukan proses untuk tujuan khusus (misalnya validasi PIN, otorisasi pembelian, verifikasi saldo rekening, dan menyimpan data pribadi). Kartu ini bisa digunakan pada sistem terbuka (misalnya untuk pembayaran transportasi publik) atau sistem tertutup (misalnya MasterCard atau Visa networks).
13.  Stored-Value Card. Kartu yang di dalamnya tersimpan sejumlah nilai moneter, yang diisi melalui pembayaran sebelumnya oleh pelanggan atau melalui simpanan yang diberikan oleh pemberi kerja atau perusahaan lain.

C. Prinsip penerapan E-Banking dan M-Banking
Saluran dari e-Banking yang telah diterapkan bank-bank di Indonesia sebagai berikut:
·         ATM, Automated Teller Machine atau Anjungan Tunai Mandiri : Ini adalah saluran e-Banking paling populer yang kita kenal. Setiap kita pasti mempunyai kartu ATM dan menggunakan fasilitas ATM. Fitur tradisional ATM adalah untuk mengetahui informasi saldo dan melakukan penarikan tunai. Dalam perkembangannya, fitur semakin bertambah yang memungkinkan untuk melakukan pemindahbukuan antar rekening, pembayaran (a.l. kartu kredit, listrik, dan telepon), pembelian (a.l. voucher dan tiket), dan yang terkini transfer ke bank lain (dalam satu switching jaringan ATM). Selain bertransaksi melalui mesin ATM, kartu ATM dapat pula digunakan untuk berbelanja di tempat perbelanjaan, berfungsi sebagai kartu debit. Bila kita mengenal ATM sebagai mesin untuk mengambil uang, belakangan muncul pula ATM yang dapat menerima setoran uang, yang dikenal pula sebagai Cash Deposit Machine/CDM. Layaklah bila ATM disebut sebagai mesin sejuta umat dan segala bisa, karena ragam fitur dan kemudahan penggunaannya.

D. Internasional Elektronik Fund Transfer :
Electronic Funds Transfer Systems (EFTS) sudah menjadi metode utama yang melibatkan pembayaran dana dalam jumlah besar yang dilakukan lembaga keuangan dan nasabah bisnisnya. EFT didefinisikan sebagai pemindahan dana yang diawali dari terminal elektronik, instrument telpon, computer, atau magnetic tape untuk memesan, memerintahkan, atau memberikan kewenangan kepada lembaga keuangan untuk mendebet atau mengkredit rekening.  Kemampuan lembaga keuangan untuk menyediakan jasa-jasa tersebut seiring dengan perkembangan teknologi computer dan teknologi komunikasi data.